Bisa jadi itu kau
Karya: Hanny Fauziah
Bisa jadi,
di antara teman-teman di kontaknya, kau adalah yang paling ia tunggu.
Untuk menyapanya meski hanya sekadar 'hai'.
Bisa jadi,
Bisa jadi,
di antara orang-orang yang menyukai postingannya, kau adalah yang paling ia tunggu.
Ah, apalagi sampai kau mau berkomentar dan sedikit berpendapat.
Bisa jadi,
Bisa jadi,
di antara orang-orang yang melihat story-nya, kau adalah yang paling ia tunggu.
Untuk juga melihat apa yang sedang ia giatkan.
Bisa jadi,
Bisa jadi,
di antara orang-orang di sekelilingnya, kau adalah yang paling ia tunggu.
Untuk tersenyum dan membuka percakapan sederhana.
Bisa jadi,
Bisa jadi,
di antara orang-orang yang ia kenal, kau adalah yang paling ia tunggu.
Untuk menemaninya di kala sedih.
Bisa jadi,
Bisa jadi,
di antara orang-orang yang memujinya, kau adalah yang paling ia tunggu.
Untuk mengakuinya bahwa ia baru saja melakukan hal baik; dan itu prestasi!
Bisa jadi,
Bisa jadi,
di antara orang-orang yang ia miliki, kaulah yang paling ia tunggu.
Untuk mau dibagikan cerita tentang apapun.
Bisa jadi,
kaulah alasannya bertahan hingga hari ini.
Kaulah alasan bahagianya bermekaran hari ini.
Kaulah alasan ia mau berjuang sampai sejauh ini.
Kaulah alasan ia tersenyum tulus seharian ini.
Lantas, mengapa sedemikian ragu untuk menyapanya, menemaninya, menanyakan kabarnya, memujinya, mengakui kebaikannya.
Kita tak pernah tau kapan menjadi malaikat untuk orang lain.
Jika saat itu kau mampu berlaku sebaik-baiknya pada kawanmu, maka lakukanlah.
Bisa jadi,
Kaulah alasan bahagianya bermekaran hari ini.
Kaulah alasan ia mau berjuang sampai sejauh ini.
Kaulah alasan ia tersenyum tulus seharian ini.
Lantas, mengapa sedemikian ragu untuk menyapanya, menemaninya, menanyakan kabarnya, memujinya, mengakui kebaikannya.
Kita tak pernah tau kapan menjadi malaikat untuk orang lain.
Jika saat itu kau mampu berlaku sebaik-baiknya pada kawanmu, maka lakukanlah.
Bisa jadi,
kau yang paling ia tunggu.
Dan hadirmu menguatkannya.
No comments:
Post a Comment