pernah ga ngerasain seneng, sedih, gelisah, takut, berharap, dan capek dalam suatu waktu yang sangat berdekatan?
well, im in that condition.
asli, gaenak. banget.
Friday, January 30, 2015
Thursday, January 01, 2015
Tahun Baru Masehi. Yakin Boleh Dirayakan?
Assalamu'alaikum
tanggal berapa skarang?
yap 1 januari 2015
yuuuhu tahun baruuu!
eh eh?
loh?
kok tahun baru masehi dirayain?
emang gaboleh dirayain ya?
tau darimana?
itu adalah 3 link yang aku dapet dari balesan twit aku pada tgl 31 desember 2012. waktu itu aku kaya galau gitu kaan hukum merayakan tahun baru masehi dalam Islam itu apa. Nah, dari situ aku dapet balasan dari 3 orang baik hati. mereka ngasih link gitu. bermanfaat banget deh coba yg belum baca silakan dibaca dulu cepetan sekarang juga! *anaknya suka sok marah* hehe
LAGIAN
emang sepesial eh spesialnya apasih?
tahun baru di Islam itu cuma tahun baru hijriah loh
btw, sekarang tanggal... 11 rabbiul awal 1436 Hijriah (terhitung sudah memasuki hari Jum'at, Al-Kahfi nya jangan lupa yaa. cek keutamaannya di sini nih)
12 Rabiul Awal nya itu hari kelahiran suri tauladanku, pacarku, idamanku Nabi Muhammad SAW
LALU
tahun baru hijriyah itu jauh lebih seru loh
2 tahun terakhir ini tahun baru hijriah ku tak terlupakan gitu deh ehehe.
semoga tahun depan begitu lagi ya :)
yaudadee itu ajaya. 3 hari lagi masuk sekolah. memulai semester terakhir sebagai anak sekolahan cielah. fighting nih! harus pembalasan dari 2 tahun setengahku yg pecahpecah fokus ahaha. HAPHAP
Wassalamu'alaikum :D
Sunday, December 07, 2014
Masih (sok) sibuk masa
Assalamu'alaikum!
kayanya bakal begadang lagi niy memenuhi tugas2 numpuk huft.
dari mulai bikin cerpen (tinggal disalin doang sih), nyalin ayat (masih harus 100 ayat lagi yaAllah), ngerajut yg bikin pegel banget ulalala.
TAPI GAPAPA
menuju liburan emang harus berjuang dikit fufu:"
ohya, mau kasih tau. cerpen yg waktu itu di post di sini gajadi ditulis di buku tugas karena itu tijel wkwkwk.
cerpen yg baru tijel juga sih sebenernya cuma mending lah Alhmadulillah.
Tapi gamau di post di sini heheu :p
Sneakpeak nya aja ya *cielah. pokoknya ada tulisan Tere Liye lagi di situ.
Sajak Kalaupun Tidak judulnya
kayanya bakal begadang lagi niy memenuhi tugas2 numpuk huft.
dari mulai bikin cerpen (tinggal disalin doang sih), nyalin ayat (masih harus 100 ayat lagi yaAllah), ngerajut yg bikin pegel banget ulalala.
TAPI GAPAPA
menuju liburan emang harus berjuang dikit fufu:"
ohya, mau kasih tau. cerpen yg waktu itu di post di sini gajadi ditulis di buku tugas karena itu tijel wkwkwk.
cerpen yg baru tijel juga sih sebenernya cuma mending lah Alhmadulillah.
Tapi gamau di post di sini heheu :p
Sneakpeak nya aja ya *cielah. pokoknya ada tulisan Tere Liye lagi di situ.
Sajak Kalaupun Tidak judulnya
Kalaupun dia tidak tahu
kita menyukainya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan
tersebut.
Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin
aneh-aneh, perasaan itu tiba-tiba bermetamorfosis menjadi egoisme dan sebatas
keinginan yang tidak terkendali saja.
Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka
sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih
baik.
Sunday, November 23, 2014
Lanjutan
Tok
tok tok..
“Masuk” ucapku terkaget dalam lamunan
“Assalamu’alaikum” tamuku memberi salam.
“Eh..Wa’alaikumsalam” jawabku kaget. Aku
kaget. Mengapa dia bisa ada di sini?
“Saya denger kamu lagi sakit dan
dirawat. Baru saja saya sampai di Jakarta.” Jelasnya, seakan-akan membaca
pikiranku.
“Bukannya kamu lagi UTS?” tanyaku.
“iya tapi Jarak Jakarta-Bandung kan
dekat. Jadi besok pagi saya bisa ke bandung lagi...”
“Lagipula..saya ingin sekali ketemu sama
kamu. Sejak lulus SMA, kita belum pernah ketemu lagi kan?” lanjutnya.
Aku diam. Aku tidak
tahu harus berkata apa lagi. Aku senang dia ada di sini. Betapa tidak, 3 tahun
sejak lulus SMA kami belum pernah bertemu lagi. Dia kakak kelasku dulu beda 1
tahun. Dan aku baru lulus 2 tahun lalu. Tapi mengapa di situasi seperti ini? Di
saat aku sedang lemah menunggu waktuku untuk pergi dari dunia ini.
“Kamu kenapa? Ngga suka ya saya ada di
sini?” Kata dia.
“Em..gapapa kok. Kamu apa kabar? Enak ya
kuliah di ITB?”
“Enak kok. Kamu gimana di UI?”
“Wah seruu dong tapi pusing tugasnya
banyak banget”
“Iyalah, kuliah kedokteran pasti begitu”
Kata dia sambil tersenyum. Ah, indah sekali senyuman itu. Senyuman yang sempat
tak kutemui 3 tahun lamanya.
“Yee 11 12 kali aaah sama teknik juga”
jawabku bercanda.
“Zani..Kamu...sakit apa?” ia bertanya
dengan nada hati-hati.
“ngga, ini Cuma tifus aja biasa, minggu
depan juga sembuh”
“tifus atau tumor?”
“kok kamu tau?”
“Kemarin, saya berhasil menghubungi
kakak kamu. Kata dia, kamu dirawat karena tumor dan besok kamu mau operasi”
jelasnya.
Yaampun. Ingin sekali aku memarahi dia
yang sedang tidur di sofa itu. Huh dasar kakak comel.
“Udah? Kamu dateng ke sini mau
mengasihani saya aja?”
“Kamu kenapa ngga pernah berubah sih?”
“Lebih baik ngga pernah berubah daripada
berubah ke arah yang lebih buruk”
“Zani... ini salah paham. Maafin saya”
Aku diam lagi. Kesal rasanya jika ingat
apa yang sudah ia lakukan. Sebelum lulus, ia berjanji akan menjaga hatinya.
Memang, kami tidak punya ikatan apa-apa. Tapi, apa itu cukup buat dijadikan
alasan dia menjilat lidahnya sendiri?
“Saya waktu itu bener-bener khilaf. Saya
kesal melihat kamu di Gramedia bersama laki-laki lain. Akhirnya saya menerima
Rahma menjadi pacar saya. Kalo boleh jujur, rasa saya hanya untuk kamu”
“Bagas? Kamu melihat saya sama Bagas?
Memangnya salah ya kalo pergi ke toko buku untuk mencari buku latihan soal?
Lagipula saya ngga pergi berdua kok. Ada Muthia juga.” Jawabku seraya
menjelaskan.
“Tapi, kenapa kamu ngga pernah
menjelaskan itu ke saya?”
“lah. Males amat ngejelasin ke cowo yang
lagi gandeng tangan cewe. Gangerti apaya kalo belum muhrim?” Kataku ketus.
Lalu kulihat matanya berkaca-kaca. Aku
bisa melihatnya sedang menyimpan rasa sesal yang teramat dalam.
Lalu dia mengeluarkan sebuah buku. Buku
hariannya ternyata.
“Ini, buat kamu. Saya mau salat Maghrib
dulu.” Ucapnya lalu pergi keluar kamarku. 5 menit kemudian kakakku bangun dan izin
salat juga. Aku..yang sedang berhalangan salat, sendirian di kamar sambil
membaca buku milik kak Zaki.
Yang aku ingat, aku sempat mengeluarkan
air mata ketika membaca itu. Lalu, gelap.
--------------
Aku drop lagi. Koma.
Yang kudengar adalah suara gesekan
alat-alat dan hembusan nafas para dokter dan perawat yang siap membelah
kepalaku ini untuk diambil tumornya.
--------------
“Zani, zani.. Alhamdulillah
kamu sudah bangun” kudengar samar-samar suara ayahku. Lalu aku membuka mataku
lebih lebar.
“Aku di mana, yah?”
“Kamu di rumah sakit nak. Kamu
baru bangun dari koma kamu”
“Koma? Memangnya aku sakit
apa?”
Ayahku menghela nafas. Aku bingung.
Ada apa ini? Mengapa aku tidak ingat apa yang terjadi?
“Kamu sakit tumor nak, tapi
jangan khawatir, tumornya sudah diangkat kok. Tapi..ingatanmu akan hilang
sebagian. Gapapa kan?” Jawab ayahku berusaha menahan tangisnya.
Aku..kehilangan sebagian
ingatan ku. Ingatan yang bagaimana yang masih kuingat?
“Tenang nak Zani, kamu masih
bisa mengingat orang-orang dan hal-hal yang berkesan dalam hidupmu. Bisa kesan
yang baik atau yang buruk. Kabar gembiranya, seiring berjalannya waktu,
ingatanmu akan kembali. Tapi, prosesnya lama dan agak sedikit sakit” jelas
dokter panjang lebar.
Aku menangis sejadi-jadinya.
Inikah jalan terbaik selain kematian? Untungnya saja, aku masih mengenali
ayahku. Tapi, aku sama sekali lupa akan sosok ibuku yang sudah 5 tahun
meninggalkan aku, kak Ahmad, dan ayah. Biarlah. Toh , aku tidak perlu mengingat
ibuku yang jahat itu.
“Kakak janji, kakak akan bantu
kamu supaya bisa inget semuanya. Janji” ucap kakakku sambil memelukku. Ah
beruntung sekali aku punya kakak yang baik dan tampan.
“Zani..” ada seseorang yang
berdiri di depan pintu. Ia memanggil namaku. Seketika aku sakit kepala. Siapa
dia? Aku rasa aku ingat tapi....uh sakit di kepaku semakin menjadi-jadi.
“Zan..zani. udah udah. Jangan dipaksa.
Mending kamu istirahat aja” kata kakakku..
Tuesday, November 18, 2014
Katanya sih cerpen
Assalamu'alaikum! wuhuuuu sedang free dulu malam ini dari tugas-tugas *padahal besok ada ulangan b.indo* gapapa kan indi mah enjoy anaknya heheu.
Ada yang baru lho hahaha. iya, itu headernya ganti. smile because it happened. jadi teringat sesuatu :) nanti deh InsyaAllah kalo sempet Indi post lagiyaa
Nih ada... sesuatu. tugas b.indo sih sebenernya. tapi belum selesai. nanti akan dipost terus di sini tiap lanjutannya. tenang..gabakal lama kok. gabakal buat kalian nunggu sampe 12 tahun. emangnya aku rangga? :p
Ohiya, readers. kalian bisa dipercaya kan? jangan ada yang copy paste ya. Hak milik Indi Kamilia Fitri loh ini. keeey?
----------------
“UH!” keluhku.
“bosan banget yaAllah mau pulang” lanjutku kemudian.
“sst quiet my sweety sister..” ucap kakakku lalu melanjutkan tidurnya
lagi.
Ya, aku bosan. Sudah 1 bulan aku dirawat di kamar ini, kadang aku
dipindah ke ICU jika kondisiku drop lagi. Tumor ini sangat menyita
segala-galanya. Menyita waktu bermain dan belajarku. Ah, mengeluh pun tidak ada
gunanya. Yang ada hanya menambah dosaku saja. Sekarang, aku sedang duduk santai
di kasur sebuah rumah sakit ternama di Jakarta. Jika sedang begini, ingin sekali
rasanya aku flashback masa-masa ku
dulu.
---------------
“Hei ayo kita main!” ajakku kepada teman-teman kelas X.
“Main apa? Memangnya kamu masih punya uang banyak wahai anak sang
koruptor kelas kakap!” sahut mereka.
Huh. Ingin rasanya aku menampar mulut mereka satu persatu. Ayahku
bukan koruptor. Dan buktinya pun sudah jelas. Tinggal menunggu proses
pengadilan yang selalu diputar-putar tak jelas karena banyaknya orang-orang
yang tidak suka kepada ayahku. Yah, beginilah Indonesia. Membela kebenaran
menjadi hal yang sangat sulit. Semua hal bisa dibeli dengan uang. Termasuk kesetiaan
para direktur utama perusahaan ayahku. Ayahku seorang owner dari PT. Hugeplace,
perusahaan proyek terbesar se-Indonesia. Proyek tersebar dimana-mana. Satu proyek
bisa menghasilkan keuntungan hingga ratusan miliyar rupiah. Dan proyek PT.
Hugeplace terdapat hampir di seluruh proyek yang sedang dijalankan di
Indonesia. Sudah terbayang dong betapa melimpahnya harta ayahku? Walaupun PT.
Hugeplace merupakan warisan turun temurun yang diberikan dari kakekku kepada
ayahku, tapi ayahku berhasil menjadikannya lebih ternama dibanding sebelumnya. Ayahku
memang sangat hebat.
---------------
Tok tok tok..
Monday, October 06, 2014
Lah ini apa....
Puisi Tentang Cinta : Darwis Tere Liye
Saya mencintai sunset,
menatap kaki langit, ombak berdebum
Tapi saya tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah,
kalaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan
Saya menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana
Tapi saya tidak akan memasukkannya dalam ransel,
kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan
Saya menyayangi serumpun mawar
berbunga warna-warni, mekar semerbak
Tapi saya tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar
tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah saya lakukan
Saya mengasihi kunang-kunang
terbang mendesing, kerlap-kerlip, di atas rerumputan gelap
Tapi saya tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan
tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah saya lakukan
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki
Ada banyak sekali jenis suka, kasih dan sayang di dunia ini
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang
Egois sekali, Kawan, jika tetap kau lakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
Tiada lagi indah langit tanpa purnama
Juga taman tanpa mawar merekah
Ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati
Selalu begitu, hingga akhir nanti.
Saturday, May 17, 2014
Normal
yes, there was no wrong about my feeling.
and now there is no wrong too
i just...take on this situation
take on that i can normally live without:
thinking of you a lot everyday.
missing your figure
wanting hear your voice.
seeing your eyes.
now I CAN
Bismillaahirahmaanirrahiim:)
and now there is no wrong too
i just...take on this situation
take on that i can normally live without:
thinking of you a lot everyday.
missing your figure
wanting hear your voice.
seeing your eyes.
now I CAN
Bismillaahirahmaanirrahiim:)
Subscribe to:
Posts (Atom)
