Wednesday, April 29, 2015

Jenuh

so here I am
Facing my laptop
have been trying to focus
but....failed
yasud deh nulis blog ajaya
by the way, new look, isnt it? yah walaupun cuma ganti background doang.

JENUH

emang engga banget si pemalas kaya gue bisa jenuh-_-
belajar aja gapernah fokus.
ditambah sekarang harus ngisi ratusan soal dalam seminggu.
TO tiap minggu yg increasenya dikit banget.
bisa dkit.males banyak.mabok iya.
gatau ya gue demen amat dapet tekanan.
baru belajar serius buat UN aja H-sebulan.
mangkannya pas UN, perkataan yg paling banyak terucap adalah:
"hah yg manaya ini. ih lupa. yaAllah gimana caranya"
yah begitulah.
apalagi pas kimia.
belajarnya stoikiometri lanjut (yg dalam satu soal bisa 3 reaksi)
yg keluar ternyata teori-teori yg bikin greget. soal itungannya cuma 3. itupun ga sesusah teori.
begitupun biologi. full of analysis. yang jago biologi aja kebingungan gimana dakuh yang serpihan kayu abis digigitin rayap si animalia dari filum artropoda kelas insecta yg punya 3 pasang kaki, yg abdomennya bersegmen. yah materi TO knp keluar di sini:(

TAPI
sebenernya gue bisa kok fokus.
but it must under the deep deep pressure.
dan disemangatin.

KURANG BERSYUKUR LAGI

yah kalo dipikir-pikir saya sangat bodoh sekali.
oke ga efektif.
saya bodoh.
masih bisa bimbel.
punya temen-temen pinter.
fasilitas lengkap.
kurang apa?
kurang bersyukur.
dan kurang belajar.

yaudah sekarang gini.

kita bikin perjanjian ya.
Indi Kamilia Fitri hanya boleh buka laptop untuk belajar.
no blogging, no ask.fm-ing, no stalking, and yes no youtube-ing.
kalau mau dengerin lagi via folder music ajaya.
gapapa jadul yang penting fokus.

OKE

see you at 9th May.
May I get SNMPTN aamiin.
If dont, I am going to really really focus to reach my "dr" as my title :) 

Saturday, April 04, 2015

Seonggok Jagung

Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Yang kurang sekolahan
Memandang jagung itu
Sang pemuda melihat lading
Ia melihat petani
Ia melihat panen
Dan suatu hari subuh
Para wanita dengan gendongan
Pergi ke pasar………………..
Dan ia juga melihat
Suatu pagi hari
Di dekat sumur
Gadis-gadis bercanda
Sambil menumbuk jagung
Menjadi maisena
Sedang di dalam dapur
Tungku-tungku menyala
Di dalam udara murni
Tercium bau kue jagung
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Ia siap menggarap jagung
Ia melihat menggarap jagung
Ia melihat kemungkinan
Otak dan tangan
Siap bekerja
Tetapi ini :
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda tamat S.L.A
Tak ada uang, tak bisa jadi mahasiswa
Hanya ada seonggok jagung dikamarnya
Ia memandang jagung itu
Dan ia melihat dirinya terlunta-lunta
Ia melihat dirinya ditendang dari discotheque
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase
Ia melihat sainganya naik sepeda motor
Ia melihat nomer-nomer lotere
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal
Seonggok jagung ia di kamar
Tidak menyangkut pada akal
Tidak akan menolongnya
Seonggok jagung dikamar
Tak akan menolong seorang pemuda
Yang pandangan hidupnya berasal dari buku
Dan tidak dari kehidupan
Yang tidak terlatih dalam metode
Dan hanya penuh hafalan kesimpulan
Yang hanya terlatih sebagai pemakai
Tatapi kurang latihan bebas berkarya
Pendidikan telah memisahkanya dari kehidupanya

Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
Di tengah kenyataan persoalanya?
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya mendorong seseorang
Menjadi layang-layang di ibukota
Kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
Belajar filsafat,teknologi,ilmu kedokteran,atau apa saja.
Ketika ia pulang ke daerahnya,lalu berkata :
“disini aku merasa asing dan sepi”
(W.S Rendra)

Monday, March 30, 2015

Angin, Hujan, dan Sakit Hati

Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu ada udara di sekitarnya.

Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernapas.
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya.
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang.


Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham ada langit di atas sana.
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh.
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan.
Hujan memberi kabar bagi para pujangga.
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya.


Begitulah kehidupan.
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya.


Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia.
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah
tiada pernah mereka sakit hati.


Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita.


Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru tersaput awan
Lantas menangguk takzim, ada langit di atas sana.


Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya.
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia.




(Darwis Tere Liye)

Friday, January 30, 2015

yhagt

pernah ga ngerasain seneng, sedih, gelisah, takut, berharap, dan capek dalam suatu waktu yang sangat berdekatan?
well, im in that condition.
asli, gaenak. banget.

Thursday, January 01, 2015

Tahun Baru Masehi. Yakin Boleh Dirayakan?

Assalamu'alaikum

tanggal berapa skarang?
yap 1 januari 2015
yuuuhu tahun baruuu!


eh eh?
loh?
kok tahun baru masehi dirayain?
emang gaboleh dirayain ya?
tau darimana?
monggo dibuka dulu di sini, di sini, di sini bejooo bintang tujuh-_-

itu adalah 3 link yang aku dapet dari balesan twit aku pada tgl 31 desember 2012. waktu itu aku kaya galau gitu kaan hukum merayakan tahun baru masehi dalam Islam itu apa. Nah, dari situ aku dapet balasan dari 3 orang baik hati. mereka ngasih link gitu. bermanfaat banget deh coba yg belum baca silakan dibaca dulu cepetan sekarang juga! *anaknya suka sok marah* hehe

LAGIAN
emang sepesial eh spesialnya apasih?
tahun baru di Islam itu cuma tahun baru hijriah loh
btw, sekarang tanggal... 11 rabbiul awal 1436 Hijriah (terhitung sudah memasuki hari Jum'at, Al-Kahfi nya jangan lupa yaa. cek keutamaannya di sini nih)
12 Rabiul Awal nya itu hari kelahiran suri tauladanku, pacarku, idamanku Nabi Muhammad SAW

LALU
tahun baru hijriyah itu jauh lebih seru loh
2 tahun terakhir ini tahun baru hijriah ku tak terlupakan gitu deh ehehe.
semoga tahun depan begitu lagi ya :)

yaudadee itu ajaya. 3 hari lagi masuk sekolah. memulai semester terakhir sebagai anak sekolahan cielah. fighting nih! harus pembalasan dari 2 tahun setengahku yg pecahpecah fokus ahaha. HAPHAP

Wassalamu'alaikum :D

Sunday, December 07, 2014

Masih (sok) sibuk masa

Assalamu'alaikum!

kayanya bakal begadang lagi niy memenuhi tugas2 numpuk huft.
dari mulai bikin cerpen (tinggal disalin doang sih), nyalin ayat (masih harus 100 ayat lagi yaAllah), ngerajut yg bikin pegel banget ulalala.

TAPI GAPAPA
menuju liburan emang harus berjuang dikit fufu:"
ohya, mau kasih tau. cerpen yg waktu itu di post di sini gajadi ditulis di buku tugas karena itu tijel wkwkwk.
cerpen yg baru tijel juga sih sebenernya cuma mending lah Alhmadulillah.
Tapi gamau di post di sini heheu :p
Sneakpeak nya aja ya *cielah. pokoknya ada tulisan Tere Liye lagi di situ.
Sajak Kalaupun Tidak judulnya

Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut.
Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh, perasaan itu tiba-tiba bermetamorfosis menjadi egoisme dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.

Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.

Sunday, November 23, 2014

Lanjutan

Tok tok tok..
“Masuk” ucapku terkaget dalam lamunan
“Assalamu’alaikum” tamuku memberi salam.
“Eh..Wa’alaikumsalam” jawabku kaget. Aku kaget. Mengapa dia bisa ada di sini?
“Saya denger kamu lagi sakit dan dirawat. Baru saja saya sampai di Jakarta.” Jelasnya, seakan-akan membaca pikiranku.
“Bukannya kamu lagi UTS?” tanyaku.
“iya tapi Jarak Jakarta-Bandung kan dekat. Jadi besok pagi saya bisa ke bandung lagi...”
“Lagipula..saya ingin sekali ketemu sama kamu. Sejak lulus SMA, kita belum pernah ketemu lagi kan?” lanjutnya.
Aku diam. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku senang dia ada di sini. Betapa tidak, 3 tahun sejak lulus SMA kami belum pernah bertemu lagi. Dia kakak kelasku dulu beda 1 tahun. Dan aku baru lulus 2 tahun lalu. Tapi mengapa di situasi seperti ini? Di saat aku sedang lemah menunggu waktuku untuk pergi dari dunia ini.
“Kamu kenapa? Ngga suka ya saya ada di sini?” Kata dia.
“Em..gapapa kok. Kamu apa kabar? Enak ya kuliah di ITB?”
“Enak kok. Kamu gimana di UI?”
“Wah seruu dong tapi pusing tugasnya banyak banget”
“Iyalah, kuliah kedokteran pasti begitu” Kata dia sambil tersenyum. Ah, indah sekali senyuman itu. Senyuman yang sempat tak kutemui 3 tahun lamanya.
“Yee 11 12 kali aaah sama teknik juga” jawabku bercanda.
“Zani..Kamu...sakit apa?” ia bertanya dengan nada hati-hati.
“ngga, ini Cuma tifus aja biasa, minggu depan juga sembuh”
“tifus atau tumor?”
“kok kamu tau?”
“Kemarin, saya berhasil menghubungi kakak kamu. Kata dia, kamu dirawat karena tumor dan besok kamu mau operasi” jelasnya.
Yaampun. Ingin sekali aku memarahi dia yang sedang tidur di sofa itu. Huh dasar kakak comel.
“Udah? Kamu dateng ke sini mau mengasihani saya aja?”
“Kamu kenapa ngga pernah berubah sih?”
“Lebih baik ngga pernah berubah daripada berubah ke arah yang lebih buruk”
“Zani... ini salah paham. Maafin saya”
Aku diam lagi. Kesal rasanya jika ingat apa yang sudah ia lakukan. Sebelum lulus, ia berjanji akan menjaga hatinya. Memang, kami tidak punya ikatan apa-apa. Tapi, apa itu cukup buat dijadikan alasan dia menjilat lidahnya sendiri?
“Saya waktu itu bener-bener khilaf. Saya kesal melihat kamu di Gramedia bersama laki-laki lain. Akhirnya saya menerima Rahma menjadi pacar saya. Kalo boleh jujur, rasa saya hanya untuk kamu”
“Bagas? Kamu melihat saya sama Bagas? Memangnya salah ya kalo pergi ke toko buku untuk mencari buku latihan soal? Lagipula saya ngga pergi berdua kok. Ada Muthia juga.” Jawabku seraya menjelaskan.
“Tapi, kenapa kamu ngga pernah menjelaskan itu ke saya?”
“lah. Males amat ngejelasin ke cowo yang lagi gandeng tangan cewe. Gangerti apaya kalo belum muhrim?” Kataku ketus.
Lalu kulihat matanya berkaca-kaca. Aku bisa melihatnya sedang menyimpan rasa sesal yang teramat dalam.
Lalu dia mengeluarkan sebuah buku. Buku hariannya ternyata.
“Ini, buat kamu. Saya mau salat Maghrib dulu.” Ucapnya lalu pergi keluar kamarku. 5 menit kemudian kakakku bangun dan izin salat juga. Aku..yang sedang berhalangan salat, sendirian di kamar sambil membaca buku milik kak Zaki.
Yang aku ingat, aku sempat mengeluarkan air mata ketika membaca itu. Lalu, gelap.
--------------
Aku drop lagi. Koma.
Yang kudengar adalah suara gesekan alat-alat dan hembusan nafas para dokter dan perawat yang siap membelah kepalaku ini untuk diambil tumornya.
--------------
“Zani, zani.. Alhamdulillah kamu sudah bangun” kudengar samar-samar suara ayahku. Lalu aku membuka mataku lebih lebar.
“Aku di mana, yah?”
“Kamu di rumah sakit nak. Kamu baru bangun dari koma kamu”
“Koma? Memangnya aku sakit apa?”
Ayahku menghela nafas. Aku bingung. Ada apa ini? Mengapa aku tidak ingat apa yang terjadi?
“Kamu sakit tumor nak, tapi jangan khawatir, tumornya sudah diangkat kok. Tapi..ingatanmu akan hilang sebagian. Gapapa kan?” Jawab ayahku berusaha menahan tangisnya.
Aku..kehilangan sebagian ingatan ku. Ingatan yang bagaimana yang masih kuingat?
“Tenang nak Zani, kamu masih bisa mengingat orang-orang dan hal-hal yang berkesan dalam hidupmu. Bisa kesan yang baik atau yang buruk. Kabar gembiranya, seiring berjalannya waktu, ingatanmu akan kembali. Tapi, prosesnya lama dan agak sedikit sakit” jelas dokter panjang lebar.
Aku menangis sejadi-jadinya. Inikah jalan terbaik selain kematian? Untungnya saja, aku masih mengenali ayahku. Tapi, aku sama sekali lupa akan sosok ibuku yang sudah 5 tahun meninggalkan aku, kak Ahmad, dan ayah. Biarlah. Toh , aku tidak perlu mengingat ibuku yang jahat itu.
“Kakak janji, kakak akan bantu kamu supaya bisa inget semuanya. Janji” ucap kakakku sambil memelukku. Ah beruntung sekali aku punya kakak yang baik dan tampan.
“Zani..” ada seseorang yang berdiri di depan pintu. Ia memanggil namaku. Seketika aku sakit kepala. Siapa dia? Aku rasa aku ingat tapi....uh sakit di kepaku semakin menjadi-jadi.

“Zan..zani. udah udah. Jangan dipaksa. Mending kamu istirahat aja” kata kakakku..